Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Terimakasih, malaikat tanpa sayap.

         Aku hanya tidak ingin jauh-jauh darinya. Tiap kali dia ingin pergi lama, entah bagaimana aku harus menjelaskan rasa resah yang berusaha mencabik hati. Pasti diam-diam aku akan menangis, meskipun tidak di depannya. Aku akan mengurung diri seperti anak cengeng yang kehilangan boneka kesayangannya. Aku yakin dia pasti juga ingin segera menemuiku kembali , meskipun tidak secepat yang kuinginkan. Aku ingin aku dan dia lebih sering menghabiskan waktu bersama setiap saat, tapi itu mustahil. Aku tau dia punya kesibukan dan akupun juga. Tapi dia menjadi semangatku, bahkan ketika kami tidak saling bertemu.           Aku selalu mengeluh rindu, dan dia selalu berkata “sabar”. Bukan karena dia tidak rindu, tapi dia sedang mencari saat yang tepat untuk menemuiku, meyakinkan bahwa “ini tidak apa-apa” dan “jangan sedih”. Saat kami pergi bersama, jalan-jalan, makan, atau sekedar nonton film bahkan hanya bertemu sebentar. Dia selalu membaw...