Aku
hanya tidak ingin jauh-jauh darinya. Tiap kali dia ingin pergi lama, entah
bagaimana aku harus menjelaskan rasa resah yang berusaha mencabik hati. Pasti
diam-diam aku akan menangis, meskipun tidak di depannya. Aku akan mengurung
diri seperti anak cengeng yang kehilangan boneka kesayangannya. Aku yakin dia
pasti juga ingin segera menemuiku kembali , meskipun tidak secepat yang
kuinginkan. Aku ingin aku dan dia lebih sering menghabiskan waktu bersama
setiap saat, tapi itu mustahil. Aku tau dia punya kesibukan dan akupun juga. Tapi dia menjadi semangatku, bahkan ketika kami tidak
saling bertemu.
Aku selalu mengeluh
rindu, dan dia selalu berkata “sabar”. Bukan karena dia tidak rindu, tapi dia
sedang mencari saat yang tepat untuk menemuiku, meyakinkan bahwa “ini tidak
apa-apa” dan “jangan sedih”. Saat kami pergi bersama, jalan-jalan, makan, atau
sekedar nonton film bahkan hanya bertemu sebentar. Dia selalu membawa jaketnya, saat keluar bersamaku karena dia tidak ingin melihatku kedinginan bahkan untuk
jangka waktu yang sebentar.
Ketika
dia tau waktu sudah larut malam dia akan mengantarku pulang. Saat itulah aku
ingin menangis karena harus berpisah lagi dengannya. Dia selalu menelfon untuk
memastikan apakah aku sampai di kamar dengan aman. Dia akan marah apabila aku
tidur hingga larut malam. Dia rela keluar tengah
malam hanya untuk mengantarkanku makan, membelikan makan, atau bagaimanapun
caranya supaya aku mau makan. Dia yang selalu khawatir saat aku mengeluh sakit,
membelikanku ini itu supaya aku tidak murung dan berharap cepat sembuh.
Yang selalu membantuku ketika aku sedang kesulitan. Dengan membantuku, aku dapat
membuat harinya cukup sulit dari yang kubayangkan. Yang selalu datang jika aku sangat menginginkannya untuk menemuiku, bahkan untuk
hal yang sepele. Selalu menyempatkan waktu sibuknya untuk keluar
bersamaku, dia tidak pernah mengeluh untuk membuatku tersenyum, meskipun aku
tau setelah itu dia akan mengerjakan banyak kesibukannya yang lebih penting, dari pada hanya sekedar menemaniku ngobrol hingga larut malam.
Yang selalu
kurindukan setiap waktu, bahkan kurindukan lagi sesaat setelah bertemu ataupun
saat bertemu aku masih bisa rindu. Aku merasa sakit, jika mengetahui dia akan ada
kesibukan selama beberapa bulan untuk jarak yang jauh dariku. Jangankan untuk
tau, mendengarnya saja membuatku ingin menangis.
Bagaimana lagi aku menjelaskannya.
Dia bisa menjadi seperti apapun yang aku mau. Menjadi kakak yang bertanggung
jawab, menjadi ayah yang melindungiku dan memberiku nasehat, menjadi sahabat
yang selalu mendengar keluh kesahku, menjadi orang yang aku
benci terkadang, dan menjadi kekasih yang baik. Aku tidak mengharapkan apapun darinya, permen,
coklat bunga atau sebagainya sama sekali tidak. Aku hanya ingin, hubungan ini baik-baik saja.
Cukup dijaga dengan baik dan saling menjaga diri masing-masing dengan
baik.Terimakasih atas apapun itu yang telah kamu lakukan untuk membuatku
merasa beruntung, karena pernah memilikimu.
-teruntuk
kamu, yang sempat melukis hidupku
Komentar
Posting Komentar