jika ada tempat berpulang untuk membagi beban, ingin rasanya kubagi beban bebanku denganmu. bukan karena aku tidak mau membaginya, tapi karena jarak yang kita ciptakan sudah semakin jauh. tidak ada lagi kawan tempat bertukar cerita. tidak ada lagi kawan yang mendengarkan cerita. bahkan saat berpapasan pun kita seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal. selalu merasa takut untuk kehilangan sahabat sepertimu namun terlalu munafik untuk mengakui. selalu merasa khawatir jika tidak mengetahui kabarmu namun berubah bisu ketika berhadapan. selalu merindukan candamu namun begitu bimbang untuk bertegur sapa.
Aku baru saja pulang. Malam ini, ku tutup pintu kamar dengan perasaan sendu. Baru saja hujan selesai membasahi halaman. Ini apa dan bagaimana aku mengungkapkannya. Kenapa rasanya sesak. Padahal tidak ada apa-apa yang terjadi. Benarkah tidak apa-apa? Ataukah malah ada apa-apa. Benar, ini tidak ada apa-apa. Hanya aku saja yang melebih-lebihkan. Hanya aku saja yang mengarang. Selama ini aku merindu tapi kita tak kunjung bertemu. Menunggumu hingga aku bosan. Menerka-nerka sedang apa kamu. Menulis cerita tentang kita. Hingga aku lupa, sendirian aku menulis. Kemudian terluka, karena sadar aku sendiri yang mencinta.
Komentar
Posting Komentar