Untuk waktu-waktu dengan cerita
pencapaian dan kegagalan, 2019.
Untuk Tuhanku, yang telah memberikan
cobaan diiringi terkabulnya banyak harapan dan doa.
Bapak dan ibuku sebagai pelengkap ragaku
saat kaki ini melangkah.
Seseorang yang menjadi tambatan hati
kemanapun aku pergi.
Terimakasih sudah melengkapi.
Terkadang setiap kesempatan memang di sediakan
sesuai porsinya.
Tidak salah sebagai manusia ingin mengambil porsi lebih yang
justru seingkali tidak sesuai eskpektasi dan berujung sakit hati.
Sebagai mahkluk yang diberi kesempatan hidup, menyenangkan bukan bila kita memiliki mimpi-mimpi dan harapan.
Tapi, bukankah harusnya kita ingat bahwa tidak
semua hal berakhir sesuai dengan cerita yang kita rangkai di mimpi-mimpi itu.
Ada yang sebagian memang harus direlakan atau
diganti dengan yang baru.
Jatuh lagi dan bangkit dan tetaplah berambisi, berjalan.
Setiap waktu-waktu yang sudah dilalui,
dengan segala pencapain yang pernah di angan-angan sebelumnya. Terimakasih
untuk diriku sendiri.
Telah mau berjuang dan menerima segala
harapan. Untuk berdamai dengan kegagalan yang pernah menyertai langkah.
Terimakasih, untuk bangkit kembali dan tidak apa-apa pernah merasa sakit. Cepatlah
sembuh dan utuh.
-Desember, pukul 12 kurang 45 menit, ditulis oleh wanita yang saat ini sedang berusaha menggapai mimpi dan cita-citanya.
Komentar
Posting Komentar